Waktu itu kau peluk aku mesra
Kau seakan menangis saat aku pun menangis keras
Kau maki, kau lempar batu yang membuatku terjatuh
Kau elus terus menerus lebamku bak pesulap
Aku masih mengingatnya ibu
Bagaimana dengan kau di sana ibu?
Aku ingat betul bagaimana kau bercerita tentang si kancil
Tanganmu kau buat seolah menjadi telinganya
Lalu berjingkrak berputar di depanku, aku pun tersenyum
Dalam senyum “aku tayang ibu” ucapku kala itu dengan celat
Kau pun tak kalah tersenyumnya, bahkan malah tertawa
melebihi aku
Kau ingat itu bu?
Pernah juga waktu itu, kau tertawa geli melihat kepolosanku
Ribuan pertanyaan tentang dedek kecilku ku lontarkan begitu
saja
Kok dedek kecil ada di dalam pelut ibu?
Telus kapan kelualnya bu?
Dan pertanyaan bla bla bla lainnya
Aku yakin ibu masih tersenyum mengingatnya di sana
Ibu, kesepian ini yang mengingatkan aku tentang kita
Kesepian yang melahirkan kerinduan dari benih-benih waktu
dan kenangan
Kesepian ini yang juga mengajarkan aku tentang apa yang pernah
kau katakan
Kata yang belum mampu ku pahami dengan umurku kala itu
Tapi kini, kesepian ini yang mengejawantahkannya untukku
Seolah-olah ia menjadi sosok sepertimu ibu
Kerinduan ini pula yang membuatku membiarkannya
Kerinduan ini pula yang membuatku terpaksa menangis lagi
Namun pelangi bahagia yang terlukis dari hujan air mata ini
Yang membuatku ingin dan ingin menangis lagi mengingatmu
Biar kau tahu satu hal yang belum sempat ku ucap dengan
jelas ibu
“aku sayang ibu” kini aku bisa mengucapkannya dengan jelas
bukan?
Ah sudahlah, aku pun tak bisa menunjukkan kepadamu langsung
Biar malaikat-malaikat saja yang menunjukkan kepadamu ibu
Setelah aku titipkan di tiap doaku dalam sujudku kepadaNya
Seperti dulu kau terus menyakinkan aku tentang Mereka
Bekal itulah yang tak pernah habis untuk menjalani hidupku
kini
Terima kasih ibu, terima kasih telah mengajarkan aku tentang
Mereka
Aku tulis sebuah tulisan ini tentang kita ibu
Sekedar pelepas rinduku yang tak pernah pudar
Seperti kasihmu kepadaku
Sekali lagi, sebelum tulisan ini berakhir
aku pastikan untuk kesejuta kalinya
aku sayang ibu, aku rindu ibu di sana...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar