Rabu, 08 Januari 2014

semua orang bilang aku galau



            Semua orang bilang aku galau. Ah... aku rasa bukan, galau itu adalah duduk terdiam menopang gadu menatap langit dari balik jendela tanpa banyak yang di perbuat lalu berkata “Tuhan... sampai kapan aku harus begini?” atau melamun seharian, membayangkan bagaimana caranya mengakhiri hidup ini secara mudah tanpa harus merasakan sakit. Tapi tidak dengan ku, tanganku tak ku biarkan menopang dagu, pikiranku tak ku biarkan begitu. Kupaksa terus mereka untuk berbuat sesuatu yang lebih dari itu. Hingga banyak kata yang tercipta dari sini, yang menjelma dalam bentuk puisi mesra atau mengalun merdu dalam bentuk lagu. Banyak juga goresan demi goresan yang tertuang dalam bentuk gambar yang bercerita. Lalu apa masih bisa di sebut aku galau?
            Entah mengapa begitu mudahnya mereka mengatakan aku galau, sedangkan kekreatifitasanku justru terlahir dan tumbuh dari sini. Walau tak sehebat para pujangga dulu walau tak sebesar para musisi atau seniman dulu. Tapi inilah aku dengan kekreatifitasanku yang mereka sebut galau dan ada sesuatu yang ku lahirkan dari apa yang mereka sebut galau. Dan apapun itu namanya, aku kucup senang seperti ini, aku sudah cukup bahagia dengan ini semua, meski semua orang bilang aku galau.
            Ah sudahlah, itu tidaklah penting buatku, galau hanyalah sebuah status bagi mereka-mereka untuk menyebutku, atau bahkan mungkin untuk mengejekku. Ah biarlah. Memang tidaklah penting buatku, selama aku masih bisa menelurkan apa yang ada dalam benak dan menetaskan dalam bentuk apapun yang aku mau. Itu yang terpenting buatku kini. Karena aku hanya ingin berarti bagi siapa saja yang ada di sekelilingku, bukan sebagai parasit yang menyusahkan mereka-mereka. Dan jika dari apa yang mereka sebut galau aku memiliki arti, hmmm betapa senangnya aku di sebut galau.
            Ini hanyalah apa yang ku rasa, bukan menentang pendapat mereka yang bilang aku galau. Terlalu munafik jika aku harus menentang pendapat mereka, sedangkan aku terus di ajarkan untuk selalu berkreatifitas dari situ. Bukan di biarkan hanya sekedar duduk terdiam menopang dagu menatap langit tanpa banyak yang di perbuat lalu berkata “Tuhan... sampai kapan aku harus begini?”.
            Maka seperti itulah yang tercipta dari kata “semua orang bilang aku galau”. Ada sesuatu yang tercipta dari kata “semua orang bilang aku galau”. Dan bahkan aku yakin, sampai bagian ini pun, sama seperti semua orang, kalian juga akan bilang kalau “AKU GALAU”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar