Semua orang bilang aku galau. Ah...
aku rasa bukan, galau itu adalah duduk terdiam menopang gadu menatap langit
dari balik jendela tanpa banyak yang di perbuat lalu berkata “Tuhan... sampai
kapan aku harus begini?” atau melamun seharian, membayangkan bagaimana caranya
mengakhiri hidup ini secara mudah tanpa harus merasakan sakit. Tapi tidak
dengan ku, tanganku tak ku biarkan menopang dagu, pikiranku tak ku biarkan
begitu. Kupaksa terus mereka untuk berbuat sesuatu yang lebih dari itu. Hingga
banyak kata yang tercipta dari sini, yang menjelma dalam bentuk puisi mesra
atau mengalun merdu dalam bentuk lagu. Banyak juga goresan demi goresan yang
tertuang dalam bentuk gambar yang bercerita. Lalu apa masih bisa di sebut aku
galau?
Entah mengapa begitu mudahnya mereka
mengatakan aku galau, sedangkan kekreatifitasanku justru terlahir dan tumbuh
dari sini. Walau tak sehebat para pujangga dulu walau tak sebesar para musisi
atau seniman dulu. Tapi inilah aku dengan kekreatifitasanku yang mereka sebut
galau dan ada sesuatu yang ku lahirkan dari apa yang mereka sebut galau. Dan
apapun itu namanya, aku kucup senang seperti ini, aku sudah cukup bahagia
dengan ini semua, meski semua orang bilang aku galau.
Ah sudahlah, itu tidaklah penting
buatku, galau hanyalah sebuah status bagi mereka-mereka untuk menyebutku, atau
bahkan mungkin untuk mengejekku. Ah biarlah. Memang tidaklah penting buatku,
selama aku masih bisa menelurkan apa yang ada dalam benak dan menetaskan dalam
bentuk apapun yang aku mau. Itu yang terpenting buatku kini. Karena aku hanya
ingin berarti bagi siapa saja yang ada di sekelilingku, bukan sebagai parasit
yang menyusahkan mereka-mereka. Dan jika dari apa yang mereka sebut galau aku
memiliki arti, hmmm betapa senangnya aku di sebut galau.
Ini hanyalah apa yang ku rasa, bukan
menentang pendapat mereka yang bilang aku galau. Terlalu munafik jika aku harus
menentang pendapat mereka, sedangkan aku terus di ajarkan untuk selalu
berkreatifitas dari situ. Bukan di biarkan hanya sekedar duduk terdiam menopang
dagu menatap langit tanpa banyak yang di perbuat lalu berkata “Tuhan... sampai
kapan aku harus begini?”.
Maka seperti itulah yang tercipta
dari kata “semua orang bilang aku galau”. Ada sesuatu yang tercipta dari kata
“semua orang bilang aku galau”. Dan bahkan aku yakin, sampai bagian ini pun,
sama seperti semua orang, kalian juga akan bilang kalau “AKU GALAU”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar