waktu itu aku di ajak rani untuk main ke tempat kerjanya. saat itu
aku hanya diam saja walau rani memperkenalkan beberapa temannya
kepadaku, bukan karena aku sok jual mahal, tapi memang aku orang yang
pemalu. saat itu aku hanya menikmati beberapa makanan yang ada di
depanku, aku tak begitu mengikuti obrolan rani dengan temannya. aku
hanya sesekali mencuri pandang kepada temanya yang bernama dani. memang
sekilas orangnya tanpak biasa saja, tapi begitu dia tersenyum, wajahnya
menjadi manis, itu alasan kenapa aku sesekali mencuri pandang kepadanya.
"ternyata dani kalau senyum manis juga ya ran?" ucapku setelah dani
pergi meninggalkan kami berdua. "cie cie" jawab singkat rani kepadaku.
hari itu masih tak ada sesuatu yang special dalam perkenalanku dengan
dani walau aku sempat memuji senyumnya yang manis. namun di pertemuan
kedua, aku mulai berani menjawab setiap pertanyaan yang dia ajukan
kepadaku. entah kenapa rasa maluku itu cepat berlalu. singkat cerita aku
dan dani mulai masuk dalam satu obrolan yang aku sendiri bingung apa
yang kami obrolkan, karena memang kami baru mengenal satu sama lain,
masih belum ada hal yang menarik kami bicarakan selain tanya jawab
sekitar pekerjaan, alamat rumah dan apa saja yang terlintas dalam
pikiran. berbekal obrolan seperti itu, lama-lama tanpa terasa kita mulai
dekat, apalagi dia meminta no hp ku dari rani dan tanpa pikir panjang
aku memberikannya. entah kenapa rasanya senang saat dia kirim sebuah sms
kepadaku. dari situ aku dan dia jadi sering kirim sms, dan hubungan
kami semakin dekat saja.
aku jadi semangat ketika rani
mangajakku ke tempat kerjanya atau kemana saja yang ada hubungannya
dengan dani. kami pun beberapa kali pernah main bersama, aku, dani, rani
dan pacarnya. mungkin memang rani sengaja mengatur ini semua agar aku
bisa dekat dengan dani. tapi apapun maksud rani, aku tetap senang karena
seperti itu juga yang selalu aku harapkan dalam hati, bisa jalan-jalan
dengan dani walau berempat.
dan ada hal yang mengejutkan ketika
rani bilang kepadaku bahwa dani suka denganku. aku hanya bisa terdiam
menahan rasa antara tak percaya dan senang.
"tapi kenapa dia nggak bilang lansung kepadaku ran? dan selama kami smsan, dia terlihat biasa saja kepadaku?"
"ya kalau itu aku nggak tau, yang jelas dia bilang kalau dia suka sama kamu. kayaknya kamu juga suka ya ma dia?"
"jujur aja, lama-lama aku emang suka ma dia. tapi aku nggak mungkin
bilang dulu ma dia dan sebenarnya aku nunggu dia bilang suka ma aku
bukan lewat kamu, tapi langsung bilang ma aku. tapi sampai sekarang dia
nggak bilang itu ke aku"
"ya udah tunggu aja, kalau emang dia bener-bener suka ma kamu, dia pasti suatu saat akan bilang ma kamu"
"tapi kapan ran?"
sudah beberapa bulan kedekatan kami berjalan, dengan harapan dia akan
mengatakan kalau dia suka aku dan memintaku untuk jadi pacarnya. namun
itu memang hanya harapanku saja, dia sampai saat ini pun masih terdiam
walau hubungan aku dan dia terlihat dekat bahkan bisa di bilang mesra.
entah apa yang ada dalam pikirannya, aku tak tahu, yang jelas aku
menunggu saat dia mengucap cinta kepadaku karena sebagai wanita aku
masih belum bisa mengatakan cinta kepadanya lebih dulu. aku hanya bisa
bersabar dan berdoa kepada Tuhan jika dia memang berjodoh denganku, kami
pasti bersatu, dengan atau tanpa ada kata cinta yang terucap.
genap satu tahun hubungan ini tanpa ada kepastian dan aku mulai lelah
bahkan ada sedikit rasa marah dan kesal hingga saat aku akan pergi untuk
bekerja di luar jawa, aku sengaja tak memberi tahu dia, bahkan
sahabatku rani pun aku beri tahu satu hari sebelum keberangkatanku.
jelas rani marah kepadaku karena aku memberi tahu dia secara mendadak.
tapi sebenarnya bukan aku sengaja memberi tau rani secara mendadak, tapi
memang aku dapat pangilan kerja juga mendadak.
tiba-tiba hpku
berdering, aku lihat sms masuk dari dani. sepertinya rani memberi tahu
tentang semua ini kepada dani setelah aku baca sms dari dani yang
menanyakan kebenaranya tentang kepergianku besok pagi.
"iya" balas smsku agak jutek, karena aku masih merasa kesal dengan sikap dia yang menggantungkan perasaanku.
dan akhirnya dia menelponku dengan berkata "kenapa mendadak? kenapa nggak bilang dari kemarin-kemarin win?"
"maaf dan, ini semua juga mendadak"
"tapi kenapa juga kamu kerja jauh-jauh. disini kan juga bisa"
"gak apa-apa dan, aku pengen suasana baru aja"
"kalau itu emang sudah jadi keputusanmu, aku hanya bisa berdoa,
dimanapun kamu berada, Tuhan senantiasa selalu melindungi kamu. dan jaga
diri baik-baik ya disana"
"aku pikir kamu akan bilang kalau kamu sayang aku dan" ucapku dalam hati. aku menhela nafas dan berkata "amin. iya pasti aku akan jaga diri baik-baik kok"
"aku juga ingin mengatakan kalau aku sayang kamu win. aku pengen jadi pacar kamu"
aku terhenyak dan terdiam, akhirnya kata-kata yang aku tungu itu
terucap juga dari mulutnya. tapi aku justru tak habis pikir dengan dia.
kenapa disaat aku ingin pergi justru dia mengatakan itu yang seharunya
ia katakan sejak dulu sebelum aku putuskan untuk pergi dari jogja.
"kamu tu aneh ya dan, disaat aku akan pergi kamu malah bilang pengen
jadi pacarku. kenapa nggak dari dulu kamu bilang itu ke aku. kamu nggak
salah dengar kan, kalau akau akan pergi. dan kalau aku menerimamu, kamu
tau kan resikonya, kita akan pacaran jarak jauh. sudah urungkan saja
niatmu itu dan, dan cari saja wanita lain yang bisa menemani kamu
disetiap saat"
"nggak win, aku tetap ingin jadi pacar kamu. dan
aku tau resiko itu, karena aku benar-benar mencintaimu. dan cintaku tak
terhalang oleh jarak sejauh mana kamu akan pergi, akau tetap akan
mencintai kamu dan akan menunggumu kembali"
"tapi mungkin aku akan lama disana dan, mungkin paling cepet 2 tahun"
"aku nggak peduli win, aku tetap akan menunggu kamu, karena aku sayang kamu"
"kamu serius dan?"
"apa aku terdengar seperti bercanda?"
dari nada bicaranya aku juga yakin kalau dani tak bercanda dengan ini.
entah kenapa hatiku mulai luluh lagi, kekesalanku kepadanya pun seketika
sirna dan berubah menjadi rasa bahagia setelah akhirnya kata-kata yang
aku tunggu terucap juga dari mulutnya.
"janji ya kamu kan menunggu aku"
"itu artinya..."
"iya, aku mau jadi pacar kamu. aku juga sayang sama kamu dan" ucapku sebelum dia menyelesaikan ucapannya.
"iya aku janji"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar